Wednesday, October 29, 2025

Berita Budaya

Menbud: Indonesia miliki keragaman peradaban yang jadi warisan dunia




Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyoroti kekayaan sejarah dan budaya Indonesia yang menjadi warisan dunia dan keragaman peradaban.

“Indonesia menjadi rumah bagi lebih dari 1.340 kelompok etnis yang tersebar di lebih dari 17.000 pulau, serta penjaga 718 bahasa, sekitar 10 persen dari warisan linguistik dunia. Lebih dari sekadar biodiversitas, ini adalah keragaman peradaban yang terdiri dari sistem pengetahuan, ritual, epos lisan, pengelolaan air dan tanah, garis keturunan seni, dan tradisi maritim. Di sini kita dapat menelusuri jejak kehidupan manusia sepanjang milenium, bahkan jutaan tahun," kata Menbud dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Disamping itu, saat menghadiri UISPP Inter-Regional Conference 2025, Menbud menyampaikan rencana repatriasi fosil Pithecanthropus Erectus yang ditemukan oleh Eugène Dubois 135 tahun yang lalu di tepi Sungai Bengawan Solo yang menjadi tonggak sejarah bangsa Indonesia dalam mengembalikan hak dan kedaulatan budaya nasional.

“Lebih dari 50 persen fosil Homo erectus dunia ditemukan Indonesia. Namun selama lebih dari satu abad, dunia membahas asal-usul manusia menggunakan fosil itu, sementara sebagian besar masyarakat Indonesia tidak dapat melihatnya di tanah air. Era itu berakhir sekarang. Bulan lalu, Kementerian Kebudayaan berhasil memulangkan Dubois Collection dari Belanda sebanyak 28.131 fosil beserta catatan kontekstual dari Jawa dan Sumatra. Ini merupakan tonggak sejarah bagi kita, sebuah tindakan keadilan
restoratif dan rekonsiliasi historis.” tuturnya.

Baca juga: Menbud: Kuasai banyak bahasa mampu permudah pahami kekayaan negara

Selain fosil, Menbud turut menyampaikan bahwa Indonesia memiliki gua-gua prasejarah yang
menyimpan narasi kontinu tentang asal-usul manusia, adaptasi, dan kreativitas.

“Indonesia juga memiliki lukisan naratif tertua dunia berusia 51.200 tahun yang ditemukan di Gua Leang Karampuang, Maros, Sulawesi Selatan.Di Sumatra Barat, terdapat Gua Lida Ajer yang menunjukkan Homo Sapiens hidup di hutan hujan tropis lebih dari 60.000 tahun yang lalu. Di Gua Harimau, Sumatera Selatan, terdapat urutan budaya dari sekitar 22.000 tahun yang lalu hingga Zaman Logam awal. Di Kalimantan Timur dan Sulawesi Tenggara juga terdapat gua-gua karst yang menyimpan ribuan piktograf tentang berburu, menari, ritual, serta penggambaran aktivitas pelaut Austronesia yang kemudian membentuk Asia Tenggara dan Indo-Pasifik,” ucap Menbud.

Lebih lanjut, dirinya menyampaikan bahwa di era globalisasi dan kemajuan teknologi yang begitu
cepat, masa depan warisan budaya Indonesia sangat bergantung pada upaya pelestarian, pemanfaatan, dan pengembangan yang berkelanjutan.

Di sisi lain, Fadli turut menegaskan komitmen Indonesia dalam memajukan budaya, sesuai amanat konstitusi UUD 1945 pasal 32 ayat 1 yang mewajibkan negara untuk memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia serta berkomitmen membangun identitas Indonesia dan menempatkan bangsa ini sebagai World Capital of Culture melalui pelindungan dan revitalisasi warisan budaya, pengembangan, pemanfaatan, dan pemberdayaan budaya serta diplomasi, promosi, dan kerja sama budaya.

Menbud juga menyerukan agar komunitas UISPP dan para peserta yang hadir untuk dapat bersinergi dalam membangun kebudayaan bersama, khususnya Indonesia.



Berita Sosial

 

Kronologi Atap Ponpes di Situbondo Ambruk, Seorang Santri Meninggal




ATAP Asrama putri Pondok Pesantren (Ponpes) Syalafiah Syafi'iyyah Syekh Abdul Qodir Jaelani di Situbondo, Jawa Timur ambruk pada Rabu, 29 Oktober 2025. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan kejadian itu terjadi Rabu dini hari.

“Sekitar pukul 01.00 WIB, terjadi robohnya atap bangunan asrama putri,” ucap Gatot kepada Tempo Rabu, 29 Oktober 2025.

Menurut Gatot, penyebab atap ponpes itu ambruk lantaran terjadi hujan lebat disertai dengan angin kencang. Serta adanya keretakan pada beberapa bagian bangunan akibat gempa bumi berkekuatan 5,7 SR yang terjadi pada 25 September lalu.

Satu orang santri dilaporkan meninggal dalam insiden tersebut. Gatot mengonfirmasi identitas korban bernama Putri Hemilia Oktaviantika, 13 tahun, asal Besuki, Situbondo. BPBD Jawa Timur dan BPBD Situbondo masih melakukan penilaian dan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan.

Sementara itu, kronologi lebih rinci disampaikan oleh pengasuh Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir Jaelani, Kiai Muhammad Hasan Nailul Ilmi. Hasan mengatakan bahwa ambruknya salah satu atap asrama itu terjadi saat 19 orang santri sedang beristirahat di kamar pondok.

Saat kejadian terdengar suara gemuruh sesaat setelah hujan deras disertai angin. "Sekitar pukul 01.00 WIB terdengar suara keras, dan yang ambruk itu bagian atapnya, sementara tembok masih utuh," kata dia sebagaimana dikutip dari Antara, Rabu, 29 Oktober 2025.

Dari 19 santriwati yang berada di lokasi, 14 orang diantaranya mengalami luka ringan, empat orang dirawat di rumah sakit dan satu orang meninggal.

Kepolisian Resor Situbondo masih menunggu hasil penyelidikan lanjutan untuk memastikan penyebab ambruknya atap bangunan asrama putri itu. Kapolres Situbondo Ajun Komisaris Besar Rezi Dharmawan menduga penyebab sementara karena cuaca.

Ia menyampaikan di lokasi kejadian polisi juga telah memasang garis polisi. Selain melakukan olah TKP, polisi berkoordinasi dengan pihak pondok pesantren, Kementerian Agama setempat dan instansi terkait lainnya untuk memastikan penanganan korban serta keamanan bangunan.

Sampai saat ini, katanya, semua korban santri putri telah mendapat penanganan dengan baik, sementara korban meninggal dunia sudah dimakamkan dan pihak keluarga menerima dengan ikhlas. "Saat ini fokus kami memastikan situasi aman dan proses penanganan berjalan baik," kata Rezi.

Berita Pendidikan

 Beasiswa Cendekia BAZNAS Timur Tengah 2025 Dibuka, Apa Saja Syaratnya?


Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) resmi membuka pendaftaran Beasiswa Cendekia BAZNAS Timur Tengah 2025. Beasiswa ini dikhususkan untuk mahasiswa aktif asal Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di delapan negara Timur Tengah, yaitu Libya, Maroko, Mesir, Suriah, Tunisia, Turki, Yaman, dan Yordania.

Sekretaris UtamaBAZNAS RI, H.SubhanCholid, menyampaikan program ini merupakan salah satu bentuk komitmen BAZNAS dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

"BAZNAS hadir untuk memastikan para mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Timur Tengah mendapatkan dukungan yang memadai, baik secara finansial maupun pembinaan karakter. Melalui Beasiswa Cendekia ini, kami ingin melahirkan generasi cendekia Muslim yang berilmu, berakhlak, dan berkontribusi bagi bangsa," ujar Subhan dalam laman BAZNAS dikutip Rabu (29/10/2025).

Selain memberikan bantuan biaya hidup, Beasiswa Cendekia BAZNAS Timur Tengah juga memberikan pembinaan berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dan wawasan kebangsaan.

"Selain bantuan biaya hidup, penerima juga akan mendapatkan seragam PDH, pendampingan dan mentoring bulanan, serta dukungan untuk mengikuti konferensi atau kompetisi internasional. Kami ingin mereka tumbuh menjadi mahasiswa yang aktif, produktif, dan membawa nama baik Indonesia di kancah global," jelasnya.

Beasiswa ini diperuntukkan bagi mahasiswa aktif jenjang S1 dan terbuka juga untuk S2. Adapun tersedia bantuan biaya hidup sebesar Rp1.000.000 per bulan selama maksimal dua tahun.

"Kami berharap para penerima beasiswa mampu menjadi agen perubahan yang menginspirasi, dan setelah lulus nanti, dapat berkontribusi nyata bagi kemajuan umat dan pembangunan bangsa," ujar Subhan.

Manfaat Beasiswa Cendekia BAZNAS Timur Tengah 2025
Para penerima beasiswa akan mendapat bantuan sebagai berikut:

1. Uang saku Rp1.000.000,00/bulan/peserta sampai maksimal 2 tahun studi* (evaluasi dilakukan setiap semester)

2. Pembuatan seragam

3. Pembinaan bulanan dari BAZNAS dan Mitra BAZNAS

4. Dukungan konferensi/kompetisi

Syarat dan Ketentuan Beasiswa Cendekia BAZNAS Timur Tengah 2025

1. Warga Negara Indonesia, dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga.

2. Muslim/Muslimah.

3. Laki-laki/Perempuan.

4. Terbuka untuk seluruh mahasiswa aktif tingkat 1-4 atau semester 1-8 dibuktikan dengan surat keterangan aktif atau kartu tanda mahasiswa yang masih berlaku.

5. Diutamakan jenjang S1 dan terbuka jenjang S2.

6. Tidak sedang menerima beasiswa.

7. Tidak menikah dan bersedia tidak menikah selama mendapatkan beasiswa.

8. Berprestasi baik secara akademik maupun non akademik.

9. Memiliki hafalan Al-Qur'an.

10. Melampirkan ijazah SMA/pendidikan terakhir.

11. Melampirkan transkrip nilai terakhir.

12. Mendapat rekomendasi dari tokoh masyarakat (format terlampir).

13. Surat Pernyataan (format terlampir).

14. Membuat esai "Kuliah di Timur Tengah dan Kontribusi Pasca Lulus" (cek ketentuan esai).

15. Mengikuti rangkaian proses seleksi beasiswa.

16. Melengkapi seluruh dokumen persyaratan sesuai ketentuan.

Jadwal Seleksi Beasiswa Cendekia BAZNAS Timur Tengah 2025
Pendaftaran online 28 Oktober - 7 November 2025

Seleksi Berkas 8 - 15 November 2025

Pengumuman Seleksi Berkas 26 November 2025

Seleksi Wawancara 28 - 30 November 2025

Pengumuman Kelulusan Final: 10 Desember 2025

Berita Politik

 


LEMBAGA riset IndexPolitica Indonesia merilis hasil survei mengenai calon presiden, calon wakil presiden, hingga partai politik untuk Pemilihan Umum atau Pemilu 2029. Nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berada di posisi kedua dalam kategori elektabilitas calon presiden, tepat setelah Presiden Prabowo Subianto.

Dalam survei ini, Purbaya bahkan mengalahkan figur politik seperti Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, hingga Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

“Untuk top of mind calon presiden 2029 Prabowo Subianto berada di urutan pertama dengan 40,12 persen, di peringkat kedua adalah Purbaya Yudhi Sadewa dengan 22,50 persen,” kata Direktur Eksekutif IndexPolitica Indonesia Denny Charter, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 29 Oktober 2025.

Menyusul Prabowo dan Purbaya, Anies menempati posisi ketiga dengan 13,40 persen. Di peringkat keempat adalah Ganjar dengan 7,12 persen. Sementara itu, elektabilitas Wakil Presiden Gibran sebesar 4,80 persen atau masih di bawah Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono yang sebesar 5,12 persen.

Survei elektabilitas calon presiden 2029 itu juga memunculkan nama-nama seperti Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (2,50 persen), Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir (1,12 persen), Mohammad Mahfud Mahmodin atau Mahfud Md (0,10 persen), serta Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra (0,10 persen).

Tak hanya itu, nama Purbaya juga muncul dalam survei elektabilitas calon wakil presiden. Purbaya menempati posisi tertinggi dengan 28,65 persen. Dia mengalahkan sejumlah tokoh politik seperti Dedi Mulyadi (20,15 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (15,75 persen) dan Gibran (12,35 persen).

Denny Charter menyebut fenomena elektabilitas Menteri Keuangan Purbaya ini sebagai Purbaya efect.  Dalam waktu singkat, Denny berkata Purbaya berhasil mendapatkan popularitas yang tinggi dengan kebijakan dan tindakannya saat mulai menjabat sebagai Menteri Keuangan RI.

Adapun survei IndexPolitica bertajuk Menakar Persepsi Masyarakat terkait Isu Politik Menuju Pemilu 2029 ini dilakukan pada 1 hingga 10 Oktober 2025 dengan metode multistage random sampling. Survei dilakukan dengan kuesioner yang terdiri dari kurang lebih 72 pertanyaan dengan jumlah sample 1.610 responden. IndexPolitica menyatakan tingkat kesalahan atau margin of error survei ini 1,6 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Mengapa ada negara yang tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri?

 Mengapa ada negara yang tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri? Tidak semua negara di dunia mampu memenuhi seluruh kebutuhannya secara ma...