10 Pahlawan Nasional Tahun 2025
 |
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan keterangan pers usai upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara, Senin, 10 November 2025 (Foto: BPMI Setpres)
|
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan sepuluh tokoh sebagai Pahlawan Nasional pada peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025. Hal tersebut disampaikan Fadli dalam keterangan pers usai upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara, pada Senin, 10 November 2025.
“Presiden telah menetapkan 10 pahlawan nasional yang kita sudah ketahui nama-nama pahlawan nasional, yaitu Bapak Abdurrahman Wahid, Bapak Jenderal H.M. Soeharto, Ibu Marsinah, Bapak Mochtar Kusumaatmadja, Sayyiduna Kholil Bangkalan, Sultan ke-16 Dompu, Sultan Tidore ke-37, lalu Tuan Saragih, dan juga Rahmah El Yunusiyyah, dan juga Bapak Sarwo Edhie,” ujar Fadli Zon.
Dan berikut adalah Biodata dan Perjuangan singkat masing-masing 10 Pahlwan Nasional 2025.
Tempat Tanggal Lahir: 7 September 1940
Wafat: 30 Desember 2009
Perjuangan: Abdurrahman Wahid berperan penting dalam mencabut larangan perayaan Tahun Baru Imlek. Wahid juga menjadikan Konfusianisme sebagai agama resmi keenam di Indonesia pada tahun 2000 dan melindungi hak-hak minoritas di Indonesia.
Nama: Ibu Marsinah
Tempat Tanggal Lahir: 10 April 1969
Wafat: 8 Mei 1993
Perjuangan: Perjuangan Marsinah adalah protes perempuan terhadap kapitalisme. Marsinah juga adalah simbol perjuangan kelas pekerja di tanah air kita, seorang perempuan militan yang gigih menentang otoritarianisme walaupun harus membayar perjuangannya dengan nyawa.
Tempat Tanggal Lahir: Bantul, 8 Juni 1921
Wafat: Jakarta, 27 Januari 2008
Perjuangan: Selama sebagian besar masa kepresidenannya, Indonesia mengalami industrialisasi yang pesat, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan (dengan PDB tumbuh sekitar 7% per tahun), peningkatan pendidikan, dan kebangkitan kewirausahaan dalam negeri, perkembangan yang menyebabkan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menobatkannya sebagai "Bapak Pembangunan"
Nama: Mochtar Kusumaatdja Tempat Tanggal Lahir: Batavia, 17 Febuari 1929
Wafat: Jakarta, 6 Juni 2021
Perjuangan: Perjuangan utama Mochtar Kusumaatmadja adalah memperjuangkan pengakuan internasional terhadap Indonesia sebagai negara kepulauan melalui konsep "Wawasan Nusantara".
Tempat Tanggal Lahir: Purworejo, 25 Juli 1925
Wafat: Jakarta, 9 November 1989
Perjuangan: Sarwo Edhie mempunyai peran penting dalam menggagalkan rencana kup yang dikenal sebagai peristiwa G30S PKI dan berhasil melambangkan namanya sebagai orang yang berjasa bagi negara. Namun, setelah peristiwa tersebut beredar kabar bahwa Sarwo Edhie akan menggulingkan Soeharto.
Nama: Sultan Muhammad Salahuddin (sultan ke-16 Dompu) Tempat Tanggal Lahir; Bima, 14 Juli 1889
Wafat; 14 Juli 1951
Perjuangan: Sultan Muhammad Salahuddin dengan segala usahanya berhasil memerdekakan Bima dari penjajah, mendirikan Lembaga pendidikan dan memperkuat pemahaman agama Islam.
Nama: Rahmah el Yunusiyyah Tempat Tanggal Lahir: Padang Panjang, 20 Desember 1900
Wafat: 26 Febuari 1969
Perjuangan: Selain mendirikan Perguruan Diniyah Puteri, Rahmah juga mendirikan Perserikatan Guru-Guru Putri Islam di Bukittinggi. Beliau juga aktif dalam pergerakan menentang penindasan penjajah Belanda. Rahmah pun mendirikan Taman Bacaan Khuttub Khannah agar perempuan bisa meningkatkan literasi.
Nama: Sultan Abidin Syah Alting (Sultan Tidore ke-26) Tempat Tanggal Lahir: Pulau Tidore, 15 Agustus 1912
Wafat: Maluku, 4 Juli 1967
Perjuangan: Pada masa kepemimpinannya, ia memainkan peran penting dalam menjaga kedaulatan Indonesia di kawasan timur, terutama dalam proses integrasi Irian Barat ke dalam NKRI. Dalam jabatannya, ia turut berperan dalam Operasi Mandala (Trikora) untuk pembebasan Irian Barat dari kekuasaan Belanda.
Nama: Sayyidul Kholil Bangkalan Tempat Tanggal Lahir: Bangkalan, 25 Mei 1835
Wafat: Bangkalan 1925
Perjuangan: Beliau menyebarkan ajaran agama islam dengan pendekatan tasawuf hingga berhasil membentuk generasi-generasi muslim tersohor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kiai Kholil mengambil peranan penting dalam perkembangan tasawuf di Indonesia.
Nama: Tuan Rondahaim Saragih Garingging Tempat Tanggal Lahir: Sumatera Utara, 1828
Wafat: Rumah Bolon, Juli 1901
Perjuangan: Rondahaim memperkuat wilayah kekuasaannya dan menolak penaklukan oleh pemerintah kolonial Belanda di wilayah Simalungun dan sekitarnya.
No comments:
Post a Comment